Jimly, Ketua Umum ICMI (Foto: ICMI.orid)

Jimly, Ketua Umum ICMI (Foto: ICMI.orid)

Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mendorong para peserta Pilkada Serentak tahun ini agar dapat menjaga persatuan dan menghindari ujaran kebencian. Hal ini disampaikan Jimly Asshiddiqie, Ketua Umum ICMI agar sesama peserta dapat saling menghormati dan menjaga situasi sosial yang kondusif.

Jimly yang merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut juga menghimbau agar Pilkada menghindari politik identitas yang tajam dan memicu konflik.

“ICMI mengimbau agar politik identitas tidak dipertajam sehingga menimbulkan konIIik dan kerawanan sosial di masyarakat,” ujar Jimly pada Rabu (7/3) di Jakarta sebagaimana dikutip Kompas.com.

ICMI pun mendorong agar peserta dapat berkompetisi secara sehat dan menghindari ujaran kebencian yang dapat merusak. Hal ini juga menjadi harapannya dalam menyongsong pemilihan Presiden pada tahun depan.

Perbedaan politik menurut ICMI diharapkan tak berujung menjadi permusuhan. Calon Kepala daerah dan Calon Presiden menurut ICMI mesti menyampaikan informasi yang sesuai fakta dan tak menyerang pribadi kandidat lain dengan isu bohong dan ujaran kebencian.

Sarana media sosial pun diharapkan tak jadi medium penyebaran kebencian yang meningkatkan tensi politik. Sebaliknya dipakai sebagai sarana penyampaian program politik dari tiap kandidat.

“Media sosial jangan dijadikan ajang saling menghujat dan menebar kebencian namun Iebih baik jika dijadikan media sosialisasi program politik masing-masing calon.” kata Jimly.

Comments

comments