Ilustrasi kampanye anti narkoba BNN Surakarta

Ilustrasi kampanye anti narkoba BNN Surakarta

Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pergantian kepemimpinan setelah Komjen Budi Waseso memasuki masa pensiun. Meski telah mengakhiri tugasnya, Buwas demikian mantan pimpinan BNN itu kerap disapa, masih menyimpan jengkel pada oknum aparat Lembaga Pemasyarakatan yang dipandang turut terlibat dalam peredaran narkoba.

“Inilah bukti fakta bahwa di dalam (lapas) itu masih seperti itu. Terus mau sampai kapan? Harusnya yang ditindak tegas itu oknumnya ini,” ujar Buwas, dalam konferensi pers di Kantor BNN pada Senin (5/3) di Jakarta.

Budi Waseso bahkan menyebut bahwa petugas lapas yang melakukan kerjasama dengan bandar narkoba merupakan pengkhianat negara. Protes Buwas ini rupanya didasari pada pandangannya yang melihat mereka yang telah ditahan karena terlibat peredaran narkoba masih menjalankan perannya dari balik penjara. Hal ini dituding terjadi karena adanya keterlibatan dari oknum petugas.

Belum lagi sosok pria yang keras melawan peredaran Narkoba ini, menyebut bahwa masih ada yang divonis mati karena keterlibatan dalam peredaran narkoba namun tak juga dieksekusi. Kondisi ini menurutnya tidak mendukung iklim pemberantasan narkoba di negeri.

Merespon tudingan Buwas soal pengkhianat negara, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly menanggapi pernyataan Budi Waseso.

“Ya itu biar Beliau saja. Komentar Beliau saja,” kata Yasonna di Komplek Istana Kepresidenan pada Selasa (6/3) sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Yasonna mengatakan, sudah lama meminta agar BNN turut membantu membongkar oknum petugas lapas yang terlibat peredaran narkoba. Pihaknya pun mengaku sudah menyediakan tempat jaga bersama namun disebut tidak ada tindak lanjut.

“Kemarin sudah saya sediakan tempat supaya kami jaga bersama. Kami minta dari mereka juga untuk ikut,” ujar politisi PDI-P itu.

Yasonna menjelaskan bahwa Kemenkumham terus melakukan evaluasi dan pengawasan internal terhadap lapas. Namun, diakui bahwa pihaknya tidak mempunyai peralatan mutakhir seperti BNN. Peralatan yang bisa mendeteksi keberadaan narkoba dalam suatu lapas ini menurutnya tak dimiliki oleh lapas.

Lebih lanjut Yasonna pun mendorong agar kerja sama dengan BNN terus dilakukan.

Comments

comments