Ilustrasi : blogqpot.com

Ilustrasi : blogqpot.com

Tantangan terhadap integrasi Indonesia semakin hari semakin besar. Riak – riak yang berbau agitasi dan berupaya merong – rong kedamaian di tengah pluralitas masyarakat Indonesia dirasa semakin mengkhawatirkan. Eksistensi Pancasila sebagai ideologi negara pun terancam oleh kelompok – kelompok yang berusaha mengganti kedudukan Pancasila dengan ideologi – ideologi lain yang mengancam persatuan. Padahal, Pancasila merupakan konsesus para bapak pendiri bangsa yang sejatinya mampu menjadi sarana untuk menyatukan perbedaan dalam semangat membangun Indonesia bersama – sama. Artinya, bisa dikatakan bahwa Pancasila adalah jalan keluar terbaik untuk menghantarkan Indonesia menjadi negara yang tangguh melalui gotong royong di tengah – tengah masyarakatnya sangat majemuk.

Oleh karena itu, sangat penting yang namanya merawat dan mengimplementasikan nilai dasar dari Pancasila itu sendiri. Semua elemen masyarakat harus mempunyai spirit untuk berkomitmen mewujudkan hal tersebut apalagi dari kalangan siswa. Mengapa? Karena siswa adalah bibit emas yang kelak akan menjadi penerus bangsa Indonesia. Siswa harus menyadari betapa pentingnya merawat Pancasila dan mengetahui bahwa ada upaya yang mengancam eksistensi daripada Pancasila itu sendiri.

Namun kenyataannya, banyak siswa pada zaman sekarang yang justru cenderung acuh tak acuh terhadap nilai luhur Pancasila. Realitas kemajuan zaman menjadi salah satu faktor pendukung penyebab melemahnya kesadaran siswa memperjuangkan ideologi negara. Banyak siswa yang menghabiskan waktunya untuk hura – hura dan berjam – jam berselancar di internet tapi membuka hal yang tidak penting dan tidak membangun. Sila dalam Pancasila sendiri dihafal dan dipelajari tidak lebih untuk mengejar nilai ulangan di sekolah semata tanpa aplikasi yang berkesinambungan. Padahal, kurangnya kesadaran akan penghayatan nilai luhur Pancasila justru membawa dampak buruk di kemudian hari. Bagaimana tidak? Hasutan – hasutan intoleransi justru paling banyak membisik pada telinga pemuda yang kurang partisipatif dalam merawat Pancasila.

 Sudah saatnya seluruh siswa di Indonesia berinisiatif untuk menjaga Pancasila. Hal sederhana yang bisa dilakukan misalnya dengan turut menyuarakan pentingnya merawat Pancasila lewat media sosial seperti Facebook, Instagram, dan lain – lain. Bukan karena apa, saat ini kelompok intoleran maupun kelompok yang menentang Pancasila secara massif terus menyebarkan propagandanya di media sosial. Apabila kita sebagai siswa tidak memanfaatkan fasilitas media sosial untuk menyebarluaskan kesadaran menjaga Pancasila, maka secara tidak langsung kita sendiri yang membiarkan paham – paham yang bertolak belakang semakin mengakar kuat.


*)Penulis adalah Christian Pinnion.
(Pelajar SMA Santo Paulus Pontianak dan Kontributor JN)

*Media Indonesia Edisi 2 Juni 2018

Comments

comments